Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kala itu, dengan format dua wilayah hingga final, Persija tampil di Stadion Utama GBK, 7 Oktober 2001.
Hampir mirip dengan kondisi saat ini, musuh Persija dalam perebutan gelar itu adalah PSM Makassar.
Dalam duel seru yang disaksikan 60.000 penonton itu, Persija akhirnya menjadi juara setelah menekuk PSM Makassar 3-2.
Imran Nahumarury mencetak gol pertama, lalu Bambang Pamungkas memborong 2 gol berikutnya.
Sedangkan 2 gol PSM Makassar dipersembahkan Miro Baldo Bento dan Kurniawan Dwi Yulianto.
Penulis yang meliput langsung keberhasilan Persija 17 tahun lalu tersebut ingat betul dan merasakan betapa meriahnya pesta yang digelar Sutiyoso, ketika itu Gubernur DKI Jakarta, di sebuah restoran terbuka dekat GBK.
Masih berbalutkan seragam oranye dan penuh peluh, seluruh pemain Persija larut dalam kegembiraan luar biasa malam itu.
Kenangan manis itulah antara lain yang sangat mendorong Persija untuk bisa kembali memakai GBK saat menjamu Mitra Kukar.
Rela Bersih-bersih
Demi GBK itulah Pelatih Persija Stefano Cugurra bahkan sampai rela melakukan apa pun, termasuk membersihkan sampah yang mungkin tersisa dari acara keagamaan sehari sebelumnya.