Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLASPORT.COM – Klub yang pernah mengontrak pemain asal Indonesia, Ferdinand Sinaga, Kelantan FA kekal di Liga Premier Malaysia.
Ferdinand Sinaga adalah pemain Indonesia pertama yang sempat membela Kelantan FA pada setengah musim Liga Malaysia 2018.
Setelah memutus kontrak Ferdinand, Kelantan FA dikabarkan mengalami krisis keuangan dan nyaris bermasalah dengan sejumlah tunggakan gaji pemain serta staf klub.
Kelantan FA pun pada 2019 berkompetisi pada kasta kedua Liga Malaysia setelah terdegradasi dari Liga Super Malaysia 2018.
Pada musim ini, klub dengan julukan The Red Warriors juga masih mengalami krisis dan terancam sanksi didegradasi ke Liga FAM atau kasta ketiga Liga Malaysia.
Namun, Kelantan FA akhirnya selamat dari ancaman sanksi itu setelah memperoleh lisensi klub dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan Operator Liga Malaysia, Malaysia Football League (MFL).
Baca Juga: Masih Bela Klub Indonesia, Penyerang Ini Laris di Bursa Liga Malaysia
Baca Juga: Francesco Totti Diklaim Tertarik Gabung Klub Liga Super Malaysia
Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Kelantan (KAFA), Husin Deraman mengatakan, mereka akhirnya bisa berpisah dengan masalah (lisensi klub).
”Dalam masalah lisensi, kami berterima kasih kepada FAM dan MFL karena telah menyempurnakan komitmen kami untuk menyelesaikan masalah lisensi klub,” ujar Husin seperti dikutip BolaSport.com dari Harian Metro.
”FAM dan MFL telah membuat penilaian profesional dalam hal ini dan memahami situasi yang dihadapi KAFA,” katanya menambahkan.
Baca Juga: Sebut Jak Mania dan Viking, Iwan Bule Bakal Buat Direktorat Suporter
Baca Juga: Gol Telat Aulia Hidayat Buat Badak Lampung Imbangi Borneo FC
Sebelumnya, The Red Warriors harus menghadapi penangguhan lisensi klub karena KAFA harus menyelesaikan beberapa masalah.
Masalah itu seperti tunggakan upah pemain dan tunggakan utang dengan lembaga pemerintah Negara Bagian Kelantan.
Husin mengatakan, mereka juga berterima kasih kepada para pemain yang tertunggak gajinya karena kesediaan untuk bekerja sama dalam negosiasi bersama.
”Pelajaran bagusnya adalah Anda tidak boleh meremehkan aturan FAM dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jika Anda ingin bermain dalam sepak bola professional,” tutur Husin.
Baca Juga: Sempat Diperkuat Pemain Indonesia, Klub Thailand Akhiri Puasa 10 Tahun
Baca Juga: Liga Jepang – Bek Thailand Istimewa, Eks Trio Barcelona Tak Main Penuh
Baca Juga: Liga Belanda - Ajax Kembali Menang Tandang, PSV Kalah dan Menjauh