Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLASPORT.COM - Sebuah perhatian dan pelajaran khusus diberikan oleh legenda sepak bola nasional asal Papua, Rully Nere, saat mengikuti Papua Football Academy Cari Bakat.
Selama dua hari mengikuti proses pencarian bakat untuk Papua Football Academy di lapangan sepak bola sintetis milik Universitas Musamus, Merauke, Sabtu-Minggu (18-19/6/2022) perhatian Rully Nere tak hanya mengarah pada talenta putra-putra Papua.
Rully juga menyoroti kebiasaan para peserta Papua Football Academy Cari Bakat dalam memakai sepatu sepak bola.
"Mereka harus paham bahwa mengikat tali sepatu dengan salah akan berdampak pada performa di lapangan," ucap Rully Nere.
"Banyak yang asal tarik tali sepatu tanpa memerhatikan posisi seluruh tali," tutur Rully lagi.
Tak heran, selama mendampingi PFA Cari Bakat di Merauke, Rully Nere kerap menghampiri peserta dan melihat proses mereka mengenakan sepatu bola.
Baca Juga: Cari Bakat Papua Football Academy Sapa Merauke, Lahirkan Rully Nere Baru
"Persoalan lain, banyak dari anak-anak ini mengenakan sepatu yang ukurannya lebih besar dari seharusnya."
"Otomatis berdampak pada kecepatan lari mereka, kaki gampang sakit."
"Begitu pula saat menendang bola, tidak maksimal," kata mantan pemain timnas yang tak pernah menerima kartu kuning dari wasit selama karier bermain.
Dari dua hari penyelenggaraan PFA Cari Bakat di Merauke yang melibatkan 177 peserta, terpilih 26 anak untuk mengikuti tes psikologi, sidik jari, dan tes kesehatan.
Pemandu pencarian bakat ini dipimpin Wolfgang Pikal yang merupakan Direktur Teknik Papua Football Academy.
Papua Football Academy Cari Bakat tahun pertama dilakukan di tiga kota.
Setelah Timika (11-12 Juni) dan Merauke (18-19 Juni), giliran putra-putra Jayapura (25-26 Juni) kelahiran 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2009 dan berada di kelas VII SMP untuk unjuk kemampuan.
Lokasi PFA Cari Bakat berikutnya bertempat di Stadion Mahacendra, Universitas Cenderawasih, Jayapura.
Papua Football Academy adalah inisiasi dan salah satu komitmen investasi sosial PT Freeport Indonesia untuk membantu mengembangkan sumber daya sepak bola Papua dan akan bermarkas di Kota Timika.