Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLASPORT.COM - Adu cetak rekor di lomba panjat tebing nomor speed putra yang melibatkan wakil Indonesia, Veddriq Leonardo, disorot oleh media dunia.
Dua kali rekor dunia disenggol saat panjat tebing speed putra melangsungkan babak kualifikasi dan penyisihan di La Bourget, Saint-Denis, Prancis, Selasa (5/8/2024).
Lakonnya adalah Veddriq Leonardo dan Sam Watson yang membawa bendera Amerika Serikat.
Sebelumnya, rekor dunia dipegang oleh Watson dengan 4,79 detik yang dibukukannya di seri Wujiang dari Piala Dunia Panjat Tebing 2024 pada April lalu.
Veddriq kemudian unjuk gigi dengan menyamainya saat melakukan percobaan di jalur A pada babak kualifikasi.
Jika rekor Watson bertitel rekor dunia, rekor Veddriq punya titel khusus sebagai rekor Olimpiade karena dicetak di panggung tertinggi di dunia olahraga ini.
Veddriq sendiri bukan orang yang asing dalam urusan mencetak rekor.
Sebelum Watson, Veddriq yang menjadi manusia tercepat di panjat tebing. Climber asal Pontianak itu menjadi atlet pertama yang mampu menembus waktu di bawah 5 detik.
Akan tetapi, rekor Veddriq tidak bertahan lama.
Saat menghadapi rekan senegaranya di babak penyisihan pertama, Watson mencetak rekor baru dengan 4,75 detik.
Persaingan antara Veddriq dan Watson mendapat sorotan media dunia, terutama dari Amerika Serikat di mana Watson berasal.
CNN International menulis, "Watson mencetak rekor panjat tebing speed sebelumnya dengan 4,79 detik di seri China dari Piala Dunia awal tahun ini, sebelum Veddriq Leonardo dari Indonesia menyamainya dalam heat pada hari Rabu."
"Pada babak berikutnya, Watson tampil lebih cepat sekali lagi."
Status sebagai pemegang rekor dunia menjadi Watson menjadi rival yang harus ditaklukkan oleh Veddriq di lomba panjat tebing ini untuk meraih emas.
Veddriq sendiri puas dengan performanya di babak awal. Juara umum Piala Dunia sebanyak tiga kali itu turut memberikan komentarnya.
"Saya sangat senang dengan rekor tersebut," kata Veddriq melalui penerjemah, dilansir dari Associated Press.
"Namun, saya sudah tahu Waston masih akan bertanding lagi dan dia punya potensi untuk merebutnya lagi dari saya," imbuhnya.
Watson bertanding setelah Veddriq.
Sebagaimana rivalnya itu, Veddriq juga mesti menyingkirkan kompatriotnya sendiri yaitu Rahmad Adi Mulyoni untuk ke perempat final.
Veddriq dan Watson baru bisa bertemu di babak final karena berada di paruh yang berbeda dalam bagan pertandingan.
Meski demikian, keduanya sudah terlihat akrab.
Usut punya usut, mengutip CNN International, Watson rupanya gemar mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia.
Atlet Indonesia memang bersinar di disiplin speed.
Selain Veddriq dan Rahmad, Merah Putih punya Kiromal Katibin yang pernah memegang rekor dunia tetapi gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.
"Rasanya luar biasa untuk menjadi bagian dari Team USA, untuk melihat idola-idola saya saat kecil dulu, untuk berada di kampung atlet ini dan bertemu orang-orang ini," ucap Watson.
"Itu sangat berarti bagi saya. Olimpiade adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Saya benar-benar meresapi semuanya."
Lomba speed putra di panjat tebing Olimpiade Paris 2024 akan dilanjutkan pada Kamis (8/8/2024) dengan laga perebutan medali menjadi puncak acara.
Di perempat final, Veddriq akan menghadapi Bassa Wassem (Prancis) yang pernah menguasai gelaran Piala Dunia sebelum dirinya.
Sementara Watson akan menghadapi Julian David (Selandia Baru).