Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLASPORT.COM - Kiper Filipina Quincy Kammeraad dulu pernah dibantai oleh timnas U-19 Indonesia di AFF U-19 2017 hingga dirinya menangis.
Kemenangan Filipina 1-0 atas Timnas Indonesia pada laga terakhir grup B ASEAN Cup 2024 tak lepas dari performa sang kiper Quincy Kammeraad.
Kammeraad melakoni debutnya dalam laga ini, menggantikan kiper utama, Patrick Deyto yang cedera pada menit ke-9 akibat dilanggar oleh Rayhan Hannan.
Kiper berusia 23 tahun itu berhasil menjaga gawangnya tetap cleansheet untuk menjaga keunggulan Filipina.
Setidaknya 7 penyelamatan dilakukan Quincy Kammeraad dalam laga di Stadion Manahan, Solo.
Atas performa gemilang ini, Kammeraad menjadi man of the match dalam laga ini.
"Saya pikir sebagai sebuah tim kita telah membuat kebahagiaan hari ini," kata Quincy Kammeraad dalam konferensi pers pasca-laga.
"Dan ini sesuatu yang sudah lama dinanti oleh negara."
"Kemenangan ini untuk tim, negara, dan semua orang (Filipina)," tambahnya.
Berbicara mengenai Quincy Kammeraad, sebelum memberi luka kepada timnas Indonesia ia pernah menangis saat dibantai timnas U-18 Indonesia di Piala AFF U-18 2017 lalu.
Kammeraad tampil dalam laga tersebut namun harus kebobolan 7 gol dari timnas U-18 Indonesia (pada akhirnya Indonesia menang 9-0).
Gol-gol dari timnas U-18 Indonesia dicetak oleh Feby Eka (3 gol), Egy Maulana Vikri (2 gol), M. Iqbal (2 gol), M. Rafli dan Resky Fandi masing-masing satu gol.
Lebih mengenaskan, Kammeraad harus dikartu merah di akhir-akhir laga karena melanggar salah satu pemain Indonesia.
Kemudian ia keluar lapangan sambil menangis.
Simpati publik Indonesia mengalir kepadanya pasca-laga lewat instagram hingga followernya naik secara signifikan.
Saat ditanya kembali soal momen kekalahan 0-9 dari Indonesia 7 tahun silam, Quincy Kammeraad tidak terlalu memikirkannya.
"Banyak orang yang tidak tahu ini adalah debut saya di timna senior (Filipina)," kata Quincy Kammeraad di mixed zone Stadion Manahan, Solo.
"Saya pikir ini cerita yang panjang (sejak menangis kala dibantai Indonesia pada 2017)."
"Saya pikir hanya di sepak bola yang bisa membuat cerita semacam ini," tambahnya.
Mengenai kemenangan Filipina 1-0 atas Indonesia di ASEAN Cup 2024, Kammeraad memuji strategi pelatih yang berhasil diterapkan oleh para pemain.
"Saya rasa pelatih memberi rencana pertandingan yang baik buat kami," kata kiper One Taguig FC tersebut.
"Kami tahu mereka tim yang bagus, tapi kami hari ini mengambil keuntungan (Indonesia bermain 10 orang)."
"Saya rasa kami mengeksekusi dengan baik," tambahnya.