Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengecam perlakuan dan tuduhan yang dialamatkan pada Evan Dimas serta Ilham Udin Armaiyn akibat keputusan mereka memperkuat Selangor FA.
Kedua pilar andalan klub berjulukan The Guardians itu memutuskan mencoba peruntungan baru di Negeri Jiran pada awal bulan lalu.
Bukannya mendapat apresiasi dan dukungan, kepindahan ini malah menimbulkan polemik.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, sempat melarang keduanya pindah ke Liga Super Malaysia karena khawatir berbenturan dengan kepentingan timnas Indonesia menuju Asian Games 2018.
(Baca Juga: Polemik Transfer Evan Dimas dan Ilham Udin ke Selangor FA Sudah Selesai)
Belakangan, pasca-pertemuan antara PSSI dengan manajemen Selangor FA tengah pekan ini, konflik akibat kepindahan keduanya dinyatakan telah selesai.
"Selangor FA akan mengikuti arahan dari Ketua Umum PSSI terkait penyesuaian jadwal dan durasi pelepasan pemain yang nantinya akan ditetapkan PSSI, saya berterima kasih atas sambutan dan jamuan terhadap kunjungan saya ini,” ucap Presiden Selangor FA yang juga Deputi Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia, Dato Sri Subahan Kamal.
Adapun Simon McMenemy menganggap perlakuan yang diterima Evan Dimas maupun Ilham Udin akibat keputusannya sungguh tidak beralasan.
"Tekanan yang mereka dapatkan untuk tidak pergi ke Malaysia sangat tidak adil dan mungkin ilegal. Menyebut mereka tidak nasionalis, apalagi menuduh sebagai pengkhianat, membuat saya ingin meninggalkan negeri ini bila ada yang mengatakan hal serupa pada saya," ucap Simon McMenemy kepada BolaSport.com.
Simon mengajak publik berpikir ulang soal perlakuan terhadap Evan Dimas maupun Ilham Udin.
"Evan mencintai negara ini. Bila tidak, pasti dia sudah ada di Malaysia saat ini. Dia akan menikmati bermain di sana dengan gaji besar dan tak usah memikirkan timnas."
"Evan cinta dengan Indonesia dan saya tidak habis pikir dengan apa yang dituduhkan orang padanya, terutama oleh sosok yang punya kewenangan tertinggi di sepak bola di negara ini. Sulit bagi saya untuk tetap bersikap positif soal ini," tutur pelatih asal Skotlandia berusia 40 tahun tersebut.
(Baca Juga: Vladimir Vujovic Bukan Satu-Satunya Modal Bhayangkara FC Untuk Kembali Mengejutkan di Liga 1 Musim 2018)
Walau demikian, Simon tetap menganggap kepindahan Evan serta Ilham merupakan kerugian bagi Bhayangkara FC.
"Saya rasa tidak ada lagi pemain seperti Evan di Indonesia saat ini. Cara dia bermain sangatlah baik. Tapi, ini bukan akhir dari Bhayangkara. Evan hanya bermain dalam 50 persen pertandingan tim karena dia harus memperkuat timnas," ucapnya.
"Kami tetap bisa menang tanpa Evan musim lalu. Evan adalah pemain bagus dan menjadikan tim ini lebih baik. Tapi, bukan berarti kami adalah tim jelek bila dia tidak bermain," tutur Simon.
Editor | : | Imadudin Adam |
Sumber | : | BolaSport.com |
Komentar