Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, kembali membandingkan Indonesia dengan negara kelahirannya, Argentina. Kali ini, giliran perbedan kualitas wasit yang menjadi sorotan sang pelatih.
Mario Gomez mengungkapkan bahwa sepak bola Indonesia dan Argentina sebetulnya memiliki kesamaan, yakni sama-sama berkarakter keras.
Hanya saja, yang membedakan ialah bahwa wasit di Argentina selalu dievaluasi agar kualitasnya tetap terjaga.
Pelatih berusia 61 tahun ini pun memberikan contoh pertandingan yang dilakoni Maung Bandung saat bertandang ke markas PS Tira pada laga pekan ke-18 kompetisi Liga 1 musim 2018.
(Baca Juga: Timnas Indonesia Tak Perlu Raih Medal Emas Asian Games 2018, Ada Tawaran Lebih Berharga)
Dalam duel yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Senin (30/7/2018), tersebut eks pelatih Johor Darul Takzim ini menyoroti hukuman penalti yang diterima anak asuhnya.
"Saya ingat ketika melawan PS Tira, kami mendapat hukuman penalti. Padahal tidak ada tangan pemain yang menyentuh bola. Tetapi tidak masalah, karena ini tergantung dari sudut pandang wasit," ujar Mario Gomez setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (2/8/2018).
(Baca Juga: Petinggi Sepak Bola Malaysia Sebut Isu Bendera Indonesia Terbalik Terlalu Dibesar-besarkan)
"Wasit berbeda-beda, kalau banyak kekerasan semua jadi berbeda. Pemain ke sana-sini jadi foul, tapi enggak ada kartu," katanya menambahkan.
Selain wasit, Mario Gomez pun menyoroti soal suporter yang melakukan kekerasan.
Bukan hanya bagi bobotoh Persib, Gomez meminta suporter di seluruh Indonesia agar meninggalkan kekerasan apapun bentuknya.
(Baca Juga: Esteban Vizcarra Dikabarkan Merapat ke Persib, Mario Gomez Keceplosan Ungkap Hal Ini)
Sebelum mengakhiri komentarnya, di hadapan sejumlah awak media, Gomez kembali menekankan tentang pentingnya sosok wasit di lapangan.
Mario Gomez menjelaskan, dalam pertandingan di kompetisi sepak bola Negeri Tango, panitia penyelenggara memiliki ketegasan dalam mengevaluasi jalannya pertandingan.
Bahkan, panpel berhak untuk melakukan pergantian terhadap wasit yang memimpin pertandingan.
"Tapi wasit lebih penting, jika wasitnya bagus, seseorang harus membelanya. Tapi jika wasitnya jelek, dia harus keluar dan ganti yang baru," jelasnya.
(Baca Juga: Persib Kemungkinan Gagal Gaet Pemain Baru, Ini Alasan Mario Gomez)
"Itu bedanya. Jika hal ini (wasit jelek) terus terjadi, itu akan melukai pemain dan itu tidak bagus," katanya.
Editor | : | Ferril Dennys Sitorus |
Sumber | : | jabar.tribunnews.com |
Komentar