Jelang laga PSPS Riau Vs PSS Sleman, dua kelompok ultras akan berduel dalam ajang kreatifitas dalam mendukung timnya masing - masing.
Ingatan spanduk bernada protes keras atas regulasi flare yang sempat dilakukan oleh suporter PSPS pada laga PSPS Vs Persiraja di stadion Kaharuddin Nasution pada Sabtu (13/5/2017).
PSPS Vs PSS akan diselenggarakan di stadion Kaharuddin Nasution pada Kamis (28/9/2017).
Laga pekan ke-3 Grup A babak 16 besar Liga 2 mempertemukan keduanya di laga kandang PSPS Riau.
Klasemen sementara sebelum pertandingan menempatkan tim tuan rumah di posisi ke-4 Grup dengan raihan 1 poin, sedangkan tim tamu berada di posisi ke-2 Grup A dengan 3 poin.
(Baca juga: Antisipasi Penonton Tanpa Tiket, Pasoepati Persis Solo Lakukan Ini)
Jelang kedua laga, suporter PSS Sleman dikabarkan datang dari berbagai penjuru ke Pekanbaru untuk melakukan away day skuat berjuluk Super Elja asal Sleman.
Kedua suporter, PSPS dan PSS, merupakan suporter yang sering disebut ultras.
(Baca juga: Aksi Suporter FC Copenhagen yang Layak Masuk Nominasi Fan Terbaik)
Salah satu suporter PSS, Brigata Curva Sud bahakan sempat dikenal menjadi salah satu ultras terbaik di Asia Tenggara.
Tim tuan tumah, PSPS Riau juga dikenal memiliki ultras yang loyal, salah satunya kelompok Curva Nord yang menghuni tribun utara stadion Kaharuddin Nasution.
Dalam perjalanannya mendukung tim berlaga, Curva Nord seringkali melakukan aksi koreografi dan pyro (atraksi menggunakan flare) pada pertandingan.
Namun aksi tersebut harus terhenti lantaran regulasi PSSI tahun 2017 melarang penggunaan flare di dalam stadion.
Curva Nord PSPS, diketahui pernah membentangkan spanduk bernada protes keras yang ditujukan untuk PSSI pada laga PSPS Vs Persiraja di stadion Kaharuddin Nasution pada Sabtu (13/5/2017).
Protes keras tersebut terjadi lantaran pihak suporter sangat menyayangkan pelarangan menghidupkan flare pada saat pertandingan.
Editor | : | Stefanus Aranditio |
Sumber | : | liga-indonesia.id, pekanbaru.tribunnews.com |
Komentar