Ketua National Paralympic Committee (NPC) DKI Jakarta, Welly Ferdinandus, membahas persiapan serius atlet disabilitas Indonesia dalam acara sosialisasi Asian Para Games 2018 di Cilandak Town Square, Jakarta, pada Jumat (22/12/2017).
Menurut Welly Ferdinandus, National Paralympic Committee, yang merupakan wadah untuk olahraga bagi penyandang disabilitas, mempersiapkan fasilitas berskala internasional.
Hal tersebut menjadi fokus Welly demi bisa menghadirkan prestasi.
Dia mengambil contoh kursi roda, yang merupakan produk dari Amerika Serikat, dan akan digunakan oleh atlet balap kursi roda Tanah Air, Maria Goreti Samiyati, pada Asian Games 2018.
(Baca Juga: Jangan Umpet-umpetin Atlet Masa Depan Indonesia di Kamar!)
"Kursi roda ini dari Amerika Serikat dan mempunyai harga lebih dari Rp 100 juta supaya kita bisa bersaing di kompetisi dunia," kata Welly kepada BolaSport.com.
Ami, sapaan akrab Maria Goreti Samiyati, pun mengaku ada perbedaan antara kursi roda sebelumnya dan kursi roda buatan Negeri Paman Sam.
"Kursi roda ini seharga Rp 180 juta," ujar Ami.
"Sekarang lagi latihan agar kaki kiri saya melipat ke bawah. Dulu, kaki kiri saya memanjang ke bawah sehingga kurang seimbang," tutur Ami.
Kaki kanan Ami telah diamputasi, tetapi kaki kirinya masih normal.
Oleh karena itu, perempuan berusia 29 tahun ini mesti beradaptasi dengan kursi roda dari Amerika Serikat.
Namun, Ami merasa nyaman dan lebih optimistis dengan "kendaraan" mewahnya tersebut.
(Baca Juga: Atlet Tenis Meja Indonesia Kibarkan Merah Putih di Las Vegas)
Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 sendiri bertujuan mempromosikan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadikan aksi para atlet penyandang disabilitas sebagai sumber inspirasi dan motivasi.
APG 2018 juga akan diramaikan dengan kehadiran sebuah maskot bernama Momo (Motivation and Mobility) yang terilham dari hewan Elang Bondol.
Editor | : | Delia Mustikasari |
Sumber | : | BolaSport.com |
Komentar