Baca berita tanpa iklan. Gabung Bolasport.com+

Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Bintang Piala Dunia - Zinedine Zidane, Maestro Prancis dengan Akhir Karier Tragis

By Bonifasius Anggit Putra Pratama - Minggu, 9 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Maestro timnas Prancis, Zinedine Zidane, mengakhiri kariernya dengan tragis di Piala Dunia 2006.
TWITTER.COM/YILANGULSUM
Maestro timnas Prancis, Zinedine Zidane, mengakhiri kariernya dengan tragis di Piala Dunia 2006.

BOLASPORT.COM - Zinedine Zidane dikenal sebagai salah satu maestro dan legenda besar Prancis, tetapi kariernya berakhir dengan kisah tragis.

Timnas Prancis dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di Eropa bahkan dunia.

Di Piala Dunia, timnas Prancis sudah mengantongi dua gelar yang mereka dapatkan pada edisi 1998 dan 2018.

Banyak bintang yang turut memperkuat timnas Prancis pada dua edisi tersebut, tetapi gelar Piala Dunia pertama menjadi yang berkesan.

Ya, gelar Piala Dunia 1998 menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh publik Prancis.

Bagaimana tidak, Prancis mampu membuat tim kuat sekelas Brasil keok di final dengan skor telak 3-0.

Salah satu tokoh yang berperan langsung dalam kejayaan Prancis di Piala Dunia 1998 adalah gelandang serang kelahiran Marseille yang menjadi bintang Piala Dunia, Zinedine Zidane.

Baca Juga: Ini Perasaan Brahim Diaz Usai Cetak Gol ala Lionel Messi Vs Juventus

Mendapatkan debut pada 17 Agustus 1994, Zinedine Zidane bermain untuk Prancis di Piala Dunia 1998 sebagai ajang internasional kompetitif keduanya setelah EURO 1996.

Di Piala Dunia 1998, Zinedine Zidane sejatinya sempat menjadi pecundang yang berubah menjadi pahlawan kemenangan bagi Les Bleus.

Zinedine Zidane tercatat hanya bermain dua kali di fase grup bahkan sempat terkena larangan bermain dua kali akibat terkena kartu merah langsung pada laga melawan Arab Saudi.

Zidane harus absen membela Prancis selama dua laga (tidak tampil melawan Denmark dan Paraguay) dan baru kembali bermain di babak perempat final.

Ketika berhadapan dengan Italia di babak perempat final, Zidane tampil selama 120 menit hingga adu penalti.

Dirinya terus bermain untuk Prancis hingga babak semifinal (Kroasia) dan final (Brasil) selama 90 menit.

Kepahlawanannya datang ketika Zidane berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Prancis atas Brasil di partai puncak Piala Dunia 1998.

Aksi Zinedine Zidane dalam final Piala Dunia 1998 kontra Brrasil.
TWITTER.COM/90SFOOTBALL
Aksi Zinedine Zidane dalam final Piala Dunia 1998 kontra Brrasil.

Baca Juga: Prediksi Line-up Barcelona Vs Celta Vigo - Frenkie de Jong Jadi Bek Tengah Dadakan, Lewandowski Bisa Sejajar dengan Messi-Ronaldo

Brasil, yang berstatus sebagai juara bertahan, di luar dugaan tampil mandul.

Padahal mereka memiliki senjata ampuh bernama Ronaldo Nazario yang tercatat sudah mencetak empat gol.

Ketakutan akan Brasil akhirnya sirna dari pandangan publik Prancis setelah timnas kesayangan mereka keluar sebagai pemenang.

Zidane, yang redup sinarnya di awal kompetisi, akhirnya bersinar dan sukses memimpin Prancis menorehkan gelar perdananya di ajang empat tahunan tersebut.

Berkat kesuksesan itu pula Zidane diganjar gelar Ballon d'Or 1998.

Empat tahun kemudian di Piala Dunia 2002 ia hanya tampil sekali untuk Prancis karena dibekap cedera.

Dalam turnamen yang diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan tersebut, Prancis tidak berhasil mencetak satu gol pun dan terpuruk di dasar grup pada babak pertama sehingga gagal lolos ke babak berikutnya.

Baca Juga: PIALA DUNIA - Tanpa Ragu, Graham Potter Yakin Thiago Silva Masuk Skuad Timnas Brasil

Zidane sendiri sempat menyatakan pensiun dari sepak bola internasional selepas EURO 2004.

Akan tetapi, Les Bleus yang kesulitan lolos ke Piala Dunia 2006 membuat pria keturunan Aljazair tersebut memutuskan kembali bermain untuk timnas pada Agustus 2005.

Piala Dunia 2006 memang menjadi Piala Dunia terakhir bagi Zidane bersama Prancis.

Pasalnya, Zidane memutuskan untuk pensiun selepas gelaran Piala Dunia 2006 berakhir.

Zidane didapuk sebagai kapten sepanjang turnamen yang digelar di Jerman tersebut.

Prancis tidak menemui kendala berakhir sepanjang pertandinga meski harus menuai dua hasil imbang melawan Swiss (0-0) dan Korea Selatan (1-1).

Namun, di akhir fase grup Les Bleus berhasil menang 2-0 atas Togo meski Zidane tidak bermain karena terkena suspensi kartu kuning.

Baca Juga: PIALA DUNIA - Mikel Arteta Sebut Ben White Siap Gantikan Kyle Walker di Timnas Inggris

Di fase knock-out, laju Prancis tak terbendung di Piala Dunia.

Zidane mampu membawa Prancis menang atas Spanyol berkat satu gol dan satu assistnya dalam kemenangan 3-1 di babak 16 besar.

Selanjutnya di perempat final, Brasil juga dibuat keok 0-1 oleh Tim Ayam Jantan dan Zidane berperan didalam gol tunggal itu berkat assistnya.

Di semifinal, Zidane menentukan kemenangan Prancis melalui gol tunggalnya yang membuat mereka unggul 1-0 atas Portugal.

Pada akhirnya di partai final Piala Dunia 2006 Prancis harus berhadapan dengan Italia.

Dewi Fortuna seolah memihak pada Prancis ketika mereka berhasil unggul 1-0 atas Italia lewat sepakan penalti Zidane pada menit ke-7.

Selang 12 menit kemudian, Italia berhasil menyamakan kedudukan 1-1 berkat tandukan Marco Materazzi.

Insiden tandukan Zinedine Zidane ke Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006.
JOHN MACDOUGALL/AFP
Insiden tandukan Zinedine Zidane ke Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006.

Baca Juga: PIALA DUNIA - Mikel Arteta Sebut Ben White Siap Gantikan Kyle Walker di Timnas Inggris

Hasil imbang 1-1 tersebut tetap terjaga hingga harus dilanjutkan babak tambahan waktu.

Di babak perpanjangan waktu, sebuah insiden yang melibatkan Zidane dan Marco Materazzi terjadi.

Tepatnya pada menit ke-108, saat itu Zidane terlibat adu mulut dengan Materazzi.

Sempat mengacuhkan bek Inter Milan tersebut, tanpa diduga Zidane membalikkan badan dan segera menanduk dada sang pemain.

Wasit Horacio Elizondo, yang memimpin pertandingan, tanpa ampun langsung mengganjar Zidane dengan kartu merah pada menit ke-110.

Prancis, yang digendong Zidane hingga final, akhirnya tak berdaya oleh Italia setelah kapten mereka meninggalkan lapangan.

Mereka akhirnya takluk 4-6 melalui drama adu penalti dari Gli Azzurri meski diprediksi bisa juara andaikata Zidane masih berada di lapangan.

Baca Juga: Terima Kasih Guardiola, Berkat Anda Lewandowski Gampang Beradaptasi di Barcelona

Italia akhirnya menjadi juara Piala Dunia 2006 dan sukses menambahkan satu bintang pada jerseinya membuatnya menjadi empat buah.

Kisah itu menjadi hal yang tragis bagi seorang Zidane yang notabene telah didapuk untuk membantu Prancis meski sebelumnya memutuskan pensiun.

Dalam pengakuannya menjelang ulang tahun ke-50, Zidane mengakui jika dia tidak bangga atas tandukannya itu.

Bagi eks pemain Juventus dan Real Madrid tersebut, tindakannya adalah bagian dari masa lalu yang kelam.

"Saya sama sekali tidak bangga dengan apa yang saya lakukan," kata Zidane, dikutip BolaSport.com dari Telefoot.

"Namun, itu adalah bagian dari masa lalu saya," ujar Zidane.

Publik pun akan selalu mengenang tandukan final Piala Dunia 2006 yang lekat dengan Zidane.

Zinedine Zidane (Kiri) dan Pep Guardiola ketika masih aktif sebagai pemain.
TWITTER.COM/SQUAWKA
Zinedine Zidane (Kiri) dan Pep Guardiola ketika masih aktif sebagai pemain.

Baca Juga: Soal Gol ke Gawang Juventus, Tomori: Sudah Direncanakan Sejak Latihan

Di luar itu, pemain yang memulai kariernya di Cannes itu tetap dianggap sebagai legenda besar Les Bleus.

Total 108 penampilan diperolehnya selama membela Prancis dengan sumbangsih 31 gol.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda yang memiliki kemampuan dua kaki sama hebatnya, kepemimpinan, dan visi bermainnya yang berkelas dunia.

Terlebih trik putaran Zidane begitu fenomenal saat upayanya mengelabuhi musuh untuk membuka celah.

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

Editor : Bonifasius Anggit Putra Pratama
Sumber : Telefoot, Transfermarkt.com
REKOMENDASI HARI INI

Alumni Liga 1 Jadi Pemain Paling Senior di Timnas Indonesia untuk ASEAN Cup 2024

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Klasemen

Klub
D
P
1
Liverpool
12
31
2
Man City
12
23
3
Chelsea
12
22
4
Arsenal
12
22
5
Brighton
12
22
6
Tottenham
12
19
7
Nottm Forest
12
19
8
Aston Villa
12
19
9
Fulham
12
18
10
Newcastle
12
18
Klub
D
P
1
Persebaya
11
24
2
Persib
11
23
3
Borneo
11
21
4
Bali United
11
20
5
Persija Jakarta
11
18
6
PSM
11
18
7
PSBS Biak
11
18
8
Arema
11
18
9
Persita
11
18
10
Persik
11
15
Klub
D
P
1
Barcelona
14
34
2
Real Madrid
13
30
3
Atlético Madrid
14
29
4
Villarreal
13
25
5
Athletic Club
14
23
6
Osasuna
14
22
7
Girona
14
21
8
Mallorca
14
21
9
Real Betis
14
20
10
Real Sociedad
14
18
Klub
D
P
1
Napoli
13
29
2
Atalanta
13
28
3
Inter
13
28
4
Fiorentina
13
28
5
Lazio
13
28
6
Juventus
13
25
7
Milan
12
19
8
Bologna
12
18
9
Udinese
13
17
10
Empoli
13
16
Pos
Pembalap
Poin
1
J. Martin
404
2
F. Bagnaia
388
3
M. Marquez
320
4
E. Bastianini
320
5
B. Binder
183
6
P. Acosta
181
7
M. Viñales
163
8
F. Morbidelli
140
9
F. Di Giannantonio
139
10
A. Espargaro
136