Membela AC Milan sejak musim ini, khazanah posisi pemain bertinggi badan 180 cm ini kian bertambah.
Seiring dengan kebingungan pelatih lama AC Milan, Vincenzo Montella, dalam menentukan formasi baru, Borini merasakan posisinya diubah-ubah.
Dia masih sering bermain di posisi idealnya, yaitu sebagai penyerang sayap kiri maupun kanan.
Tapi, Borini juga sempat dimainkan sebagai gelandang tengah dan bek sayap kiri maupun kanan dalam sistem 3-5-2 yang coba dikembangkan Vincenzo Montella.
#ACMilan XI: Donnarumma; Borini, Bonucci, Romagnoli, Rodriguez; Kessie, Biglia, Bonaventura; Suso, Kalinic, Calhanoglu
Subs A disposizione: Donnarumma A., Storari, Antonelli, Calabria, Gomez, Musacchio, Zapata, Locatelli, Mauri, Montolivo, Cutrone, André Silva#GenoaMilan pic.twitter.com/mLNRxX9cc7— AC Milan (@acmilan) March 11, 2018
Setelah AC Milan mengganti pelatih ke Gennaro Gattuso, Borini kembali ke posisi asli sebagai penyerang sayap kiri maupun kanan.
Belakangan, dengan AC Milan kembali ke sistem 4-3-3, Fabio Borini lebih sering menjadi pemain pengganti.
Kendati demikian, dia sangat berguna karena bisa menggantikan siapa saja di posisi mana saja, kecuali kiper dan bek.
Baru di laga kontra Genoa, Gennaro Gattuso memanfaatkan kesuburan taktik pemainnya ini dengan menempatkannya di posisi bek kanan.
Ini posisi keenam yang pernah dirasakan Fabio Borini sepanjang kariernya setelah penyerang sayap kiri, penyerang sayap kanan, penyerang tengah, gelandang tengah, bek sayap kiri, dan bek sayap kanan.
Borini dipercaya menempati posisi baru itu karena Davide Calabria tidak dalam kondisi fit.
Editor | : | Dwi Widijatmiko |
Sumber | : | transfermarkt.com, whoscored.com |
Komentar