Selama era Perang Dingin, Uni Soviet merupakan kekuatan dominan di atas arena es.
![](https://cdn.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/bolasport/medium_6cd0d6d4ecaba1d465f6ec0d2befa8e2.jpg)
Mereka pertama kali mengirim tim ke Kejuaraan Dunia Hoki Es pada 1954 dan langsung menang.
Dua tahun kemudian, Uni Soviet berpartisipasi di Olimpiade 1956 dan langsung meraih medali emas, awal dari tiga Olimpiade beruntun di mana Uni Soviet menjadi juara hoki es di Olimpiade.
Mereka pun menorehkan 9 kemenangan di Kejuaraan Dunia sejak 1963.
(Baca Juga: Bek Timnas Inggris Ini Disebut Akan Pensiun Mengenakan Seragam Tiga Singa usai Piala Dunia 2018)
![](https://cdn.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/bolasport/medium_209f91dc38d550d855a1866c6d93201b.jpg)
Prestasi ini membuat tim dan keseluruhan program hoki es Uni Soviet dijuluki "Mesin Merah Besar".
Kesuksesan ini berlanjut hingga sekarang dengan tim hoki es mereka menjuarai Olimpiade Musim Dingin 2018.
Menariknya, tim Rusia yang bermain di Gangneung, Korea Selatan, itu tergabung dalam bendera Olympic Athlete from Russia (OAR) karena Komite Olimpade Rusia menjalani hukuman setelah skandal doping.
Editor | : | Dwi Widijatmiko |
Sumber | : | BolaSport.com |