Terakhir, pada laga final Piala Thomas saat menghadapi Chen Long, Momota kembali menorehkan kemenangan.
Meskipun pada akhirnya Jepang kalah 1-3 dari China pada partai puncak Piala Thomas 2018, Kento Momota terlihat jelas akan membuat sektor tunggal putra semakin kompetitif.
Tidak hanya itu, tekad Momota untuk kembali menjadi bintang bulu tangkis dunia juga semakin kentara.
Sebagai pemain yang sempat menghadapi hukuman berat, Momota ternyata memiliki mental kuat untuk bangkit dan mampu tampil gemilang seperti sekarang ini.
"Selama larangan bertanding, saya fokus meningkatkan kondisi fisik saya," kata Momota dilansir BolaSport.com dari Badminton Planet.
(Baca Juga: Pelatih Jepang Ungkap Alasan Merombak Nomor Ganda pada Final Piala Thomas 2018)
"Itu benar-benar saat yang sulit bagi saya. Namun, saya menggunakan waktu untuk mengevaluasi kesalahan saya dan memulai kembali karier saya," tambah Momota.
"Saya mengajar anak-anak muda bermain bulu tangkis. Dengan melihat seberapa keras latihan anak-anak itu, saya menyadari mengapa saya jatuh cinta dengan olahraga bulu tangkis untuk pertama kalinya," ujar Momota lagi.
Dengan performa gemilang saat ini, rasa-rasanya tinggal tunggu waktunya Momota untuk kembali pada papan atas rangking tunggal putra dunia.
Kento Momota pun pasti akan menjadi pemain yang sulit dikalahkan pada Asian Games dan Kejuaraan Dunia 2018 mendatang.
Editor | : | Doddy Wiratama |
Sumber | : | Badmintonplanet.com |
Komentar