Nah, bicara soal kecepatan, kekurangan itu yang membuat Yamaha semakin kewalahan saat bersaing dengan Ducati yang punya tenaga besar.
Apalagi, Ducati tidak menghadapi problem kekurangan grip seperti ketika balapan MotoGP San Marino akhir pekan lalu.
Jalur lurus yang menurun sebelum tikungan terakhir (16) dan menanjak menuju tikungan 1 mampu dimanfaatkan Dovizioso dan Miller untuk mengalahkan Vinales.
Dovizioso dapat menyalip Top Gun di jalur lurus sebelum tikungan 16. Adapun Miller mendahului Vinales di tikungan 1 pada lap terakhir.
Baca Juga: Tampil Minor di Aragon, Rossi Akui Tak Lebih Baik dari Vinales dan Quartararo
Jika melihat catatan top speed, tidak berdayanya Vinales menghadapi serbuan Dovizioso dan Miller seolah dapat dimaklumi.
Dovizioso membukukan kecepatan tertinggi 346,1 kpj (kilometer per jam) di Aragon, sedangkan Vinales, sebagai wakil Yamaha tercepat, "hanya" 338,6 kpj.
Catatan Top Speed Pabrikan di MotoGP Aragon 2019
Pos | Pabrikan | Pembalap | Tim | Top Speed |
1 | Ducati | Andrea Dovizioso | Ducati | 346,1 |
2 | Honda | Cal Crutchlow | LCR Honda | 341,8 |
3 | Suzuki | Alex Rins | Suzuki Ecstar | 341,8 |
4 | KTM | Hafizh Syahrin | KTM Tech3 | 341,8 |
5 | Yamaha | Maverick Vinales | Monster Energy Yamaha | 338,6 |
6 | Aprilia | Bradley Smith | Aprilia Gresini | 338,6 |
Sumber: MotoGP.com |
Maverick Vinales pun mengakui bahwa top speed menjadi kelemahan motor YZR-M1 yang terekspose lawan dalam balapan MotoGP Aragon.
"Saya tidak punya kesempatan untuk bersaing dengan Dovizioso dan Miller," keluh Vinales, dilansir BolaSport.com dari Speedweek.
Editor | : | Ardhianto Wahyu Indraputra |
Sumber | : | berbagai sumber |
Komentar