BOLASPORT.COM - Keberhasilan Suzuki Ecstar merekrut Livio Suppo sebagai manajer tim baru berarti penting bagi kiprah mereka pada MotoGP 2022.
Livio Suppo didapuk Suzuki untuk menahkodai tim yang diperkuat Joan Mir dan Alex Rins pada MotoGP 2022.
Kesuksesan Livio Suppo yang sudah lama malang-melintang di dunia MotoGP diharapkan bisa tersalurkan ke dalam tim Suzuki Ecstar.
Rekam jejak Suppo sebagai petinggi tim terbilang impresif.
Baca Juga: Bukan ke Honda, Joan Mir Malah 'Pedekate' dengan Yamaha untuk MotoGP 2023
Suppo dipercaya menjadi pemimpin proyek Ducati saat kembali ke MotoGP pada 2003.
Setelah meraih kemenangan lomba pada musim perdana, Suppo berperan membawa Ducati merebut gelar juara dunia pertama melalui Casey Stoner.
Suppo berjasa saat merekrut Casey Stoner dari LCR Honda ke Ducati pada 2007.
Stoner pun mengekor ketika Suppo pindah ke Honda pada 2010 untuk mengambil posisi direktur pemasaran sebelum dipercaya menjadi kepala tim Repsol Honda.
Baca Juga: Ingin Juara Lagi, Joan Mir Bongkar Rival Utama pada MotoGP 2022
Pindah pada musim berikutnya, Stoner langsung memberi dampak dengan memutus puasa gelar Honda selama lima tahun di MotoGP.
Tak bergantung pada Stoner semata, Suppo sukses melakukan operasi perekrutan Marc Marquez yang menjadi fenomena di kelas pra-MotoGP.
Didatangkan pada 2013, Marquez langsung mempersembahkan gelar hingga posisinya belum tergantikan sampai sekarang.
Suppo menyaksikan empat gelar pertama Marquez di MotoGP. Pada 2017 Suppo mengundurkan diri.
Baca Juga: Tanpa Francesco Bagnaia, Bos LCR Honda Sebut 2 Kandidat Peraih Gelar MotoGP 2022
Soal rekam jejak, Suppo jelas tidak kalah dengan mantan manajer Suzuki Ecstar, Davide Brivio, yang menemukan kesuksesan besar bersama Valentino Rossi di Yamaha.
Lebih-lebih, peran manajer tim begitu krusial, setidaknya demikian pendapat dari penggawa tim pabrikan asal Hamamatsu, Joan Mir.
Mir sudah merasakan bagaimana absennya figur manajer tim memengaruhi penurunan prestasi Suzuki pada musim lalu.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Enggan Bikin Kesalahan demi Gelar MotoGP 2022
Pembalap asal Mallorca itu bukannya bisa protes. Dia sadar bahwa posisi Suzuki juga sulit karena Brivio mundur secara tiba-tiba.
Rumor kepindahan Brivio ke tim Alpine di Formula 1 berembus sejak Desember.
Bulan berikutnya, Suzuki mengonfirmasi hengkangnya sosok yang ikut memandu tim mereka ke tangga juara sejak melakukan comeback pada 2015.
"Saya pikir kami semua kehilangan figur itu (manajer tim)," kata Mir di sela-sela tes pramusim di Mandalika, dilansir dari DAZN.
"Situasinya telah dikendalikan dengan baik, tetapi menemukan figur tersebut merupakan prioritas bagi Suzuki."
"Tidak ada yang menyangka apa yang terjadi dengan Brivio. Mereka harus menggantinya dengan orang yang tugasnya tidak sama."
Perbedaan dahulu dengan sekarang adalah Suzuki memiliki waktu yang cukup untuk mengevaluasi sosok yang tepat bagi tim mereka.
"Anda tidak bisa membawa seseorang pada menit terakhir karena dapat merusak keharmonisan tim," kata Mir lagi.
"Ini adalah sebuah langkah penting, bagi saya ini penting. Sebuah tim bagaikan roda penggerak dan tidak boleh ada mata rantai yang boleh hilang," ujarnya.
Baca Juga: Evolusi Ducati Dianggap Paling Canggih, Yamaha Bisa Ketar-ketir
Editor | : | Ardhianto Wahyu Indraputra |
Sumber | : | DAZN |
Komentar