BOLASPORT.COM - Dalam duel Juventus vs Benfica di Liga Champions, diwarnai selebrasi provokatif gelandang Portugal, Joao Mario, yang membuat Leonardo Bonucci mencak-mencak. Ditengarai hal itu berlatar belakang masa lalu pemain bersangkutan.
Tensi tinggi terjadi pada matchday kedua Grup H Liga Champions 2022-2023 yang mempertemukan antara Juventus dan Benfica.
Dalam duel yang berlangsung di Juventus Stadium, Rabu (14/9/2022) atau Kamis dini hari WIB, momen ketegangan di lapangan terjadi selepas tendangan penalti diambil pemain Benfica, Joao Mario.
Benfica mendapatkan hadiah penalti menjelang berakhirnya babak pertama usai pemain belakang Juventus, Fabio Miretti, dianggap melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Fabio Miretti dinilai menginjak kaki pemain depan Benfica, Goncalo Ramos setelah wasit Felix Zwayer mengecek melalui Video Assistant Referee (VAR).
Miretti diganjar kartu kuning dan penalti lantas diberikan wasit Felix Zwayer untuk Benfica.
Pada waktu itu Benfica tertinggal 0-1 dari Juventus melalui gol Arkadiuz Milik yang dicetak pada menit ke-4.
Baca Juga: Katanya Tak Rukun, Trio Messi-Neymar-Mbappe Malah Ukir Sejarah di Liga Champions
Adapun Joao Mario maju sebagai algojo Benfica yang sukses menunaikan tugasnya dari titik putih.
Sepakan gelandang asal Portugal itu gagal dibendung oleh kiper Juventus, Mattia Perin, meski arahnya tertebak.
Selepas mencetak gol, Mario segera berlari ke sudut lapangan yang dipenuhi para pendukung tuan rumah.
Dilansir BolaSport.com dari Football Italia, Mario berselebrasi sambil meletakkan tangannya di belakang telinga dan menjulurkan lidahnya ke arah penggemar Juventus.
Ekspresi yang diperlihatkan oleh Mario seolah mengejek pendukung Juventus.
Hal itu rupanya memancing reaksi dan emosi dari kapten Si Nyonya Tua, Leonardo Bonucci.
Leonardo Bonucci segera mengejar Mario memperingatkannya untuk lebih hormat.
Isto demonstra a personalidade dele, com 18 anos não se vergou perante o capitão da Juventus com praticamente o dobro da sua idade, e foi defender os seus colegas. Já não existem palavras para o descrever. pic.twitter.com/sjA0sLWIdT
— Sobre o Benfica. | Luís (@sobrebenfica) September 14, 2022
Baca Juga: Berkat Lionel Messi, Kylian Mbappe Kini Jadi Raja Gol PSG di Liga Champions
Percecokan kecil sempat terjadi di antara keduanya yang disambung dengan beberapa pemain dari kedua kubu turut serta.
Dalam tangkapan kamera tampak Bonucci mengucapkan "Kami membutuhkan rasa hormat" dan berteriak sekali lagi "Ini belum selesai!".
Mario sendiri tidak terlalu memperdulikan kata-kata dari Bonucci.
Namun, wasit yang melihat ketegangan di antara kedua pemain tersebut memberi kartu kuning untuk Mario.
Lantas mengapa selebrasi provokatif Mario ditunjukkan dihadapan ratusan pendukung fanatik Juventus?
Tentu saja hal itu tak lepas dari masa lalunya yang sempat menjadi pemain Inter Milan.
Sebelum menetap di Benfica, pemain berusia 29 tahun tersebut sempat mencicipi Liga Italia bersama Inter Milan.
Baca Juga: Pecat Thomas Tuchel dan Tunjuk Graham Potter, Chelsea Salah Pilih Orang dan bakal Menyesal
⚽: Juventus sigue de capa caída en la Champions League tras perder ventaja de un gol y perder como local ante el Benfica por 2-1, en la fecha 2. João Mário de penal y David Neres anotaron por las Águilas, equipo que está en segundo lugar del grupo H con 6 unidades. pic.twitter.com/j9QQV1Ci1l
— José Juan Vázquez (@josejuangelmx) September 14, 2022
Datang pada musim panas 2016 dari Sporting CP, Mario hanya bermain untuk Inter Milan selama 2,5 musim saja hingga menjadi musafir sejak Januari 2018.
Dirinya sempat dipinjamkan ke West Ham United, Lokomotiv Mosckow, dan Sporting CP sebelum dilepas permanen musim panas tahun lalu ke Benfica.
Meski dicap gagal di Inter Milan, nyatanya bisa mencetak gol ke gawang musuh terbesar mereka bisa menjadi kepuasan tersendiri bagi Mario.
Provokasi kepada para pendukung Juventus dengan selebrasi usai membobol gawang mereka menjadi bukti masa lalu Mario sebagai pemain Inter Milan tak lepas begitu saja.
Juventus sendiri pada akhirnya harus mengakui keunggulan Benfica melalui gol David Neres pada menit ke-55 yang menentukan kemenangan tim tamu 2-1.
Kekalahan itu menjadi yang kedua beruntun di Liga Champions musim ini yang membuat Juventus tanpa poin dan harus berada di peringkat ketiga Grup H.
Editor | : | Bonifasius Anggit Putra Pratama |
Sumber | : | Football-italia.net |
Komentar