Apriyani/Fadia sebenarnya membuka pertandingan dengan baik.
Mereka mampu memegang kendali pada gim kesatu tetapi situasi berbalik sejak gim kedua ketika Matsuyama/Shida terus memimpin.
"Jalannya pertandingan, di gim pertama bisa kita pegang semua. Makanya bisa menang," kata Fadia memaparkan.
"Sayang di gim kedua, saya banyak membuat kesalahan dan mati sendiri."
"Permainan saya juga kurang aman, dan kurang konsisten buangan bolanya. Akhirnya lebih banyak keserang," ujar Fadia.
Kekalahan Apriyani/Fadia di satu sisi menghadirkan tersendiri.
Ini menjadi ketiga kalinya juara Malaysia Open 2022 dan Singapore Open 2022 itu menjadi korban revans dari pasangan unggulan.
Sebelum ini Apriyani/Fadia kalah dari jawara Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan, pada Indonesia Open, sepekan setelah kemenangan atas lawan yan sama pada Indonesia Masters.
Kemudian Apriyani/Fadia dikalahkan andalan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Baca Juga: Tontowi Ahmad Singgung Kurangnya Regenerasi pada Ganda Campuran Indonesia
Editor | : | Ardhianto Wahyu Indraputra |
Sumber | : | PBSI.id |
Komentar