Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Manchester City dan Tiga Pilar Kedigdayaan Pep Guardiola

By Firzie A. Idris - Rabu, 7 Maret 2018 | 20:04 WIB
Gelandang Manchester City, Bernardo Silva (tengah), merayakan golnya bersama rekan setim dalam laga Liga Inggris kontra Chelsea di Stadion Etihad, Manchester, pada 4 Maret 2018. (ANTHONY DEVLIN/AFP)

Mereka mendapat kritik setelah gagal melewati Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (7/3/2018) dini hari.

"Uang saja tak bisa membeli Liga Champions," menjadi tema yang berkeliaran di media sosial.

Padahal, keluarga kerajaan Qatar datang menyokong PSG hanya tiga tahun setelah kubu Abu Dhabi mengambil alih Manchester City dari Thaksin Shinawatra pada 2008.

Membeli pemain-pemain mahal saja bukan jalan bebas halangan menuju kesuksesan, yang berbeda dari Man City adalah ide di balik semua aktivitas klub.

Hal ini saya pelajari selama 9 bulan bekerja bersama mereka ketika klub menjuarai Premier League 2012-2014. 

Sebagai bagian dari visi misi organisasi mereka, City punya tiga pilar diferensiasi yang diharapkan dapat membedakan City dari klub-klub Eropa lain.

  • Beautiful Football (Bermain sepak bola indah)
  • Football Citizenship (Keanggotaan sepak bola)
  • A true global approach (pendekatan yang benar-benar global)

Pilar kedua mereka tunjukkan dengan skema keanggotaan Cityzenship dan pilar ketiga diwujudkan dengan betapa agresifnya City Football Group merambah pasar Asia dan Amerika Serikat.

Nah, pilar pertama tersebut mereka jalankan dengan fokus dan visi yang luar biasa.

Pilar pertama tersebut dibagi lagi ke beberapa sub poin:

  • Bermain sepak bola atraktif
  • Bermain konsisten di setiap jenjang umur
  • Memenangkan laga "dengan cara benar"
  • Mendulang sukses berkelanjutan melalui CFA (City Football Academy)

Permainan City musim ini mencerminkan setiap poin di atas.

Mereka memainkan sepak bola luar biasa menghibur yang tak jarang mengundang decak kagum. 

Tim junior City punya kesamaan filosofi dengan tim utama, hal ini dipermudah oleh bersatunya lapangan latihan tim senior City dengan yang junior di City Football Academy.

Lulusan akademi mereka mulai mencicipi tim utama seperti Phil Foden serta Oleksandr Zinchenko.

Drive yang Manchester City punya ini memang benar membedakan mereka dari para kompetitor lain di Inggris.

Guardiola tahu persis pemain seperti apa yang mereka butuhkan sehingga di bawah dia tidak ada pembelian yang (sejauh ini) terlihat mubazir.

Bahkan Danilo yang kerap membelah pendapat pun kian menemukan tempatnya di skuat.

Dukungan pemilik, visi dan misi jelas, serta pelatih kelas dunia dengan filosofi sepak bola menyerang yang bisa diterjemahkan dengan baik oleh para pemainnya.

Apa lagi yang Manchester City butuhkan?

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P